PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS ‎ BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI DAN ‎ METODE PEMBELAJARAN AKTIF

Foto Artikel1PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS

BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI DAN

METODE PEMBELAJARAN AKTIF [1]

Oleh :  Sahkholid Nasution, MA [2]

  1. A.    PENDAHULUAN

Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah baik keterampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis saat ini masih banyak berbasis structural. Pengajarannya masih berfokus pada nahwu. Imlikasinya pembelajaran menjadi abstrak, monoton, kurang kontekstual, kurang menarik, kurang interaktif, dan kurang komunikatif. Langkah yang dapat dimbil adalah pengajar/guru harus dapat menampilkan pelajaran Bahasa Arab dengan metode mutaakhir yang efektif dan teknik pembelajaran yang menarik. Siswa dilibatkan dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga mereka merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran Bahasa Arab. (Effendi: 2001: 416). Hal ini dapat ditempuh dengan menerapkan model – model pembelajaran Aktif. Nurhadi dkk, (2004: 64) menyatakan bahwa salah satu keunggulan dari pembelajaran kooperatif adalah dapat meningkatkan motivasi belajar intrinsik peserta didik.

Keterampilan berbahasa dapat diperoleh dengan pembiasaan (Suyitno: 1986, 15). Pembiasaan itu sendiri wujud pelaksanaannya adalah latihan berulang kali dalam program repetisi yang termasuk dalam unsur-unsur metode. Gagasan yang diungkapkan dengan bahasa dapat dilambangkan dengan tulisan, sebagai lambang bunyi. Karena itu pada dasarnya keterampilan berbahasa itu hanya ada dua, yakni keterampilan menyimak dan berbicara. Keterampilan membaca dan menulis itu hanya pernyataan tentang gambaran bila bahasa itu dilambangkan dengan tulisan. Tulisan itu sendiri bukan bahasa. Bahasa itu sendiri juga bukan tulisan, tetapi lafal (ucapan) (Musthafâ al-Ghalâyaini: 1973, 4), atau bunyi-bunyi (Mahmūd Hijâzi: 1968, 4), atau sistem lambang berupa bunyi atau ucapan yang dikeluarkan seseorang dari daerah artikulasinya (Saidun Fiddaroini: 1998, 4). Atau ألفاظ يعبر بها كل قوم عن أغراضهم (Ibn Jinîy: 1952, Jilid I: 33). Dari beberapa definisi di atas dapat diketahui bahwa para pakar linguistik tidak berbeda perbedaan dalam menjelaskan konsep bahasa. Karena itu, dapat dikatakan bahasa adalah “Sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri bersama anggota masyarakat lainnya.” (Sahkholid Nasution, 2010: 32).

Tulisan ini ingin merespon masalah di atas, dengan mengetengahkan model pembelajaran Aktif-Kooperatif sebagai solusi alternatif dalam pembelajaran Bahasa Arab, khususnya pembelajaran keterampilan membaca (قراءة) dan menulis (كتابة). Dan pada akhirnya “imeg negatif” oleh banyak orang terhadap bahasa Arab “sebagai bahasa yang sulit” dapat dikikis secara bertahap, sehingga upaya “pembumian” Bahasa Arab di Tanah Air dapat berhasil maksimal.

  1. B.     DESKRIPSI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH
  2. 1.      Pengertian.

Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang mengembangkan ketrampilan  berkomunikasi lisan dan tulisan untuk memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan agama, pengetahuan umum, dan sosial-budaya. Pelajaran bahasa Arab yang diajarkan di Madrasah berfungsi sebagai bahasa agama dan ilmu pengetahuan, disamping sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, pelajaran bahasa Arab di Madrasah tidak terpisahkan dari bidang-bidang studi (mata pelajaran)  lain yang diajarkan pada Madrasah.

  1. 2.      Tujuan Umum Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah.

Tujuan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah adalah  agar siswa menguasai secara aktif dan pasif dengan target penguasaan 2500-3000 kosa kata dan idiomatik yang disusun dalam berbagai tarkib (susunan kata) dan pola kalimat yang diprogramkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi dan memahami teks-teks kontemporer, baik yang terkait dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) maupun keagamaan.

Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah memiliki tujuan agar para siswa berkembang dalam hal :

  1. Ketrampilan menyimak (istimâ’), berbicara (kalâm), membaca (qirâ’ah), dan menulis (kitâbah) secara benar dan baik;
  2. Pengetahuan mengenai ragam bahasa dan konteksnya, sehingga para siswa dapat menafsirkan isi berbagai bentuk teks lisan maupun tulisan dan meresponnya dalam bentuk kegiatan yang beragam dan interaktif;
  3. Pengetahuan mengenai pola-pola kalimat yang dapat digunakan untuk menyusun teks yang bermacam-macam dan mampu menerapkannya  dalam bentuk wacana lisan dan tulisan;
  4. Pengetahuan mengenai sejumlah teks yang beraneka ragam dan mampu menghubungkannya  dengan aspek sosial dan personal;
  5. Kemampuan berbicara secara efektif dalam berbagai konteks;
  6. Kemampuan menafsirkan isi berbagai bentuk teks tulis dan merespon dalam bentuk kegiatan yang beragam, interaktif, dan menyenangkan;
  7. Kemampuan membaca buku bacaan fiksi dan non-fiksi serta menceritkan kembali intisarinya;
  8. Kemampuan menulis kreatif berbagai bentuk teks untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan pikiran dan perasaan;
  9. Kemampuan menghayati dan menghargai karya orang lain;
  10. Kemampuan untuk berdiskusi dan menganalisis teks secara kritis.

Adapun ruang lingkup pembelajaran bahasa Arab di Madrasah meliputi; (1) unsur-unsur kebahasaan, terdiri atas  tata bahasa (قواعد اللغة), kosa kata (المفردات), pelafalan, dan ejaan (الأصوات اللغوية), (2) ketrampilan berbahasa, yaitu menyimak (الإستماع), berbicara (الكلام), membaca (القراءة), dan menulis (الكتابة), dan (3)  aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulisan.

  1. 3.      Deskriptif Materi Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah
  2. Materi pelajaran setiap wahdah meliputi:

-    التقديم berupa percakapan atau paparan pendek untuk melatih keterampilan menyimak dan mengenalkan kalimat dan mufradat baru. Dan untuk dihafal dan diperagakan di depan kelas.

-    المفردات yang meliputi kosa kata baru yang mencapai 25-30 kata, agar dapat digunakan siswa dalam kalimat – kalimat bahasa Arab.

-    الحوار (Dialog) agar siswa dapat melakukan dialog untuk membentuk keterampilan berbiara (الكلام).

-    القراءة (Bacaan) untuk membentuk keterampilan membaca sebagai pengembangan dalam bentuk paparan dari materi mufradat dan hiwar.

-    التركيب berupa pemaparan tentang qawaid bahasa Arab untuk membentuk kemampuan siswa memahani struktur kalimat yang benar dalam bahasa Arab.

  1. Latihan menyimak. Materi ini diintegrasikan ke dalam materi hiwar dan qira’ah karena keterbatasan waktu pembelajaran.
  2. Latihan Umum. Diberikan pada akhir semester I dan semester II untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan.
  3. Pelajaran tambahan/pengayaan. Meliputi mufradat dan ungkapan – ungkapan komunikatif untuk memperkaya keterampilan berbahasa siswa.
  4. Daftar kata. Mencakup kosa kata sulit yang termuat dalam materi pelajaran untuk membiasakan siswa mencari sendiri mufradat yang belum dikuasainya. (D.Hidayat, 2010: ز- و).
  1. C.    PEMBELAJARAN مهارة القراءة
  2. 1.      Pengertian القراءة

Membaca adalah materi memahami bacaan atau disebut juga sebagai fahm al-maqru’, yaitu mengenali dan memahami isi sesuatu yang tertulis dengan melafalkan atau mencernanya dalam hati. (Acep Hermawan, 2011:116)

Membaca (القراءة) merupakan keterampilan menangkap makna dalam simbol-simbol bunyi tertulis yang terorganisir menurut sistem tertentu. Alat indera penglihatan (mata) sangat memiliki peran penting dalam proses tesebut. Namun القراءة (membaca) bukanlah sekedar proses kerja dari indra mata dan alat ujar saja. Tetapi ia juga merupakan aktivitas Aqliyah, meliputi: pola berpikir, menganalisis, menilai, problem-solving, dsb. Secara khusus, pengertian pembelajaran materi القراءة di MA disusun sebagai pengembangan dalam bentuk paparan dari materi hiwar.

  1. 2.      Prosedur Pembelajaran Materi القراءة di Madrasah Aliyah

a).    Dengan bimbingan guru, pembelajaran dimulai dengan tanya jawab tentang kandungan القراءة sacara umum,

b).    Diikuti dengan kegiatan siswa menirukan,

c).    Membaca secara bergiliran,

d).   Memahami bacaan,

e).    Terjemah.

Sementara pada kelas Kelas II dan III ditambah:

a).    القراءة الصامتة baik yang bersyakal atau yang tidak, dan

b).    التدريبات (D.Hidayat, 2010: ز).

  1. 3.      Jenis – Jenis القراءة

Cara membaca dapat dibagi kepada dua:

  1. Membaca nyaring (القراءة الجهربية)

Yaitu membaca dengan melafalkan symbol-simbol tertulis berupa kata-kata atau kalimat yang dibaca. Bentuk membaca seperti ini lebih tepat diberikan kepada pelajar tingkat pemula.

  1. Membaca Diam (القراءة الصامتة)

Yaitu membaca dengan tidak melafalkan symbol – symbol tertulis berupa kata-kata atau kalimat yang dibaca. (Al-Khalîfah, 2003: 67).

  1. 4.      Tujuan Pembelajaran القراءة

Selanjutnya menurut Al-Khalifah (2003: 60) tujuan pembelajran qir’ah adalah sebagai berikut:

  1. تنمية قدرة المتعلم على القراءة، وسرعته فيها، وجودة النطق، وتمثيل  المعنى.
  2. تنمية قدرة المتعلم على فهم المقروء فهما صحيحا، وتمييزه الأفكار الأساسية والثانوية.
  3. تزويد المتعلم بحصيلة وافرة ومتجددة من المفردات اللغوية، والتركيب الجيدة، والعبارات الجميلة.
  4. تنمية ميل المتعلم إلى القراءة، ودفعه إلى الإطلاع على انتجته قرائح الأدباء وعقول العلماء بما يوسع أفقه وينمى ثقافته.

Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa pembelajaran membaca tidak hanya sekedar siswa mampu membaca tek ansikh, tetapi diharapkan siswa dapat memahami kandungan teks dan mampu menumbuhkan motivasinya dalam membaca teks lain.

  1. 5.      Beberapa Alternatif Strategi dan Metode Dalam Pembelajaran Materi القراءة
    1. a.      Metode القواعد والترجمة

Dalam Pembelajaran ketrampilan ini, kita melihat langkah Pembelajarannya sangat bergantung pada perbedaan metode penggunaan bahasa asing yang berkembang. Seperti pada metode القواعد والترجمة tidak ada persoalan yang berarti menyangkut bagaimana cara penyajiannya. Sejak pertemuan pertama, materi ini dapat diberikan. Guru dapat memulai membaca teks-teks Arab sebagai bahasa asing, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Lalu, guru menjelaskan sambil mengulang-ulangi bacaan bersama siswa. Dengan demikian, langkahnya dapat tergambar dengan jelas.

Akan tetapi, ketika kita melihat materi keterampilan ini diberikan dengan metode lain yang lebih memberikan perhatian pada bunyi/suara, maka persoalan-persoalan akan muncul. Sebab sejak tatap muka pertama, pelajaran dimulai dengan latihan mengenal bunyi sebuah kata atau susunan kata dalam suatu konteks kalimat tertentu, lalu peserta didik dilatih menterjemahkannya. Setelah peserta didik menyusunnya – melakukan istima yang baik, maka kata-kata tersebut kemudian baru diberikan sebagai bacaan.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan :

  1. Guru membaca sekelompok kata disertai penjelasan artinya (dengan contoh, gambar, isyarat, gerak wajah, dll.). Di sini guru dapat memastikan bahwa peserta didik telah mengerti.
  2. Guru meminta peserta didik membuka buku, dan membacanya lagi di depan siswa, diikuti mereka secara teliti.
  3. Secara bersama-sama peserta didik mengulang-ulang, lalu guru membagi kelas 2 atau 3 bagian dan meminta mereka mengikuti secara bergantian. Setelah itu, guru dapat meminta salah satu peserta didikuntuk mengulang.
  4. Ketika peserta didik sedikit banyak tahu kosakata atau struktur kalimat yang lain, penyampaian teks dihentikan, lalu peserta didik membaca dalam hati (الصامتة) dalam waktu secukupnya.
  5. Setelah selesai, guru minta peserta didik untuk melihat ke arahnya dengan membiarkan bukunya terbuka.
  6. Tidak diperbolehkan seorang guru menambah waktu bagi peserta didik yang terlambat atau belum selesai membaca, karena demikian itu akan memperlambat peserta didik yang lain. Peserta didik yang terlambat masih akan dapat menyempatkan diri membaca ketika tanya-jawab berlangsung.
  7. Pertanyaan diberikan secara urut, sedangkan buku tetap terbuka, karena kita tidak mengevaluasi ingatan mereka.
  8. Kadangkala guru dapat meminta peserta didik menyampaikan ide pokok bacaan untuk mengetahui berbagai makna pendukung yang muncul dalam teks.
  9. Pertanyaan-pertanyaan haruslah diarahkan pada jawaban singkat yang memenuhi makna tanpa mengharuskan peserta didik menjawab dengan jawaban yang distandartkan.
  10. Jikalau peserta didik tidak mampu menjawab, pertanyaan dapat dilemparkan pada peserta didik  lainnya.
  11. Bila perhatian peserta didik sudah mulai melemah, pertanyaan-pertanyaan harus dihentikan. Durasi waktu yang seimbang dan cocok untuk penyampaian pertanyaan sekitar 15-25 menit.
  12. Peserta didik membaca kembali teks secara menyeluruh dengan diam (الصامتة), untuk memperoleh pemahaman yang utuh. Kadangkala di akhir, teks boleh dibaca dengan keras (الجهرية), dimulai dengan peserta didik yang paling bagus bacaannya.
  13. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membuat pertanyaan agar dapat dijawab oleh siswa-peserta didik lainnya. Tehnik ini bisa dikembangkan dalam bentuk diskusi.
  14. b.      Metode القراءة

Metode ini muncul pada awal abad ke-20 (1929) setelah metode langsung tidak memberikan kepuasan kepada banyak orang. Karena metode langsung tidak memberikan kontribusi besar dalam pencapaian keterampilan membaca. Sementara orientasi pembelajaran bahasa asing pada masa itu juga tidak lagi hanya untuk memperoleh keterampilan berbicara tetapi mulai konsen terhadap penguasaan membaca untuk kepentingan studi dll. Maka untuk memperolah keterampilan membaca –sebagaimana dikutip oleh Nababan (1993: 19) maka perlu digunakan metode membaca. Dalam literature Arab metode ini diistilahkan dengan الطريقة القراءة.

Langkah-langkah penggunaan metode membaca:

  1. Memberikan Apersepsi;
  2. Memberikan kosa kata dan istilah yang dianggap sukar melalui difinisi – definisi dan contoh – contoh dalam kalimat;
  3. Menyajikan teks, kemudian dibaca secara diam (الصامتة) sesuai waktu yang tersedia. Atau sebelumnya siswa sudah di suruh membacanya di rumah;
  4. Mendiskusikan isi bacaan;
  5. Penjelasan tentang tata bahasa (التركيب) secara singkat;
  6. Memberi tugas kepada siswa untuk memberikan rangkuman, atau komentar, atau diagram, dll. Contoh di demonstrasikan.
  1. c.       Strategi Mencari Pasangan

Strategi ini salah satu dari jenis model pembelajaran kooperatif, dikembangkan oleh Lorna Curran (1974). Keunggulan dari teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengesai suatu konsep, topik atau bacaan dalam suasana yang menyenangkan. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisikan beberapa kata/kalimat sesuai dengan materi قراءة;
  2. Setiap siswa mendapat sebuah kartu;
  3. setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya;
  4. Siswa bergabung dengan siswa lain yang memegang kartu yang cocok. (Modul PLPG, 2012: 12).  Contoh diperagakan.
  1. d.      Strategi Kepala Bernomor

Strategi ini salah satu dari jenis model pembelajaran kooperatif, dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide – ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, stategi ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat bekerja sama. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Siswa dibagi perkelompok (4-5 ±). Setiap siswa dalam kelompok mendapat satu nomor soal;
  2. Guru memberikan tugas dan masing – masing kelompok mengerjakannya;
  3. Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawabannya;
  4. Guru memanggil salah satu nomor. Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. (Modul PLPG, 2012: 13).  Contoh diperagakan.
  1. e.       Strategi Jigsaw

Strategi ini salah satu dari jenis model pembelajaran kooperatif, dikembangkan oleh Aronson dkk. Strategi ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Strategi ini cocok untuk semua kelas. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Guru membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi empat bagian;
  2. Guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas;
  3. Siswa dibagi dalam kelompok berempat atau sesuai kebutuhan;
  4. Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua;
  5. Siswa disuruh membaca/mengerjakan bagian mereka masing-masing;
  6. Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dibaca / dikerjakan masing-masing. Siswa bisa saling berinteraksi untuk saling melengkapi;
  7. Khusus untuk bagian membaca, guru membagikan bagian teks yang belum terbaca kepada masing – masing siswa. Siswa membaca bagian tersebut;
  8. Kegiatan terakhir dengan diskusi mengenai topik dalam bahan pelajaran. Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas. (Modul PLPG, 2012: 14).  Contoh diperagakan.
  9. 2.      Strategi Mengurutkan Cerita / Teks

Strategi ini dianggap salah satu dari jenis model pembelajaran aktif, dimana siswa dilatih untuk mengingat dan kerja sama dan sama – sama berkerja dalam kelompoknya untuk menyusun teks bacaan bahasa Arab.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan beberapa cerita yang telah di potong – potong per kalimat/pragraf.
  2. Teks cerita secara lengkap diperlihatkan terlebih dahulu kepada siswa dalam waktu yang tidak lama.
  3. Siswa (baik individu maupun kelompok) disuruh mengurutkan potongan kalimat/ pragraf.
  4. Setelah urutannya ditemukan, masing-masing siswa (baik individu maupun kelompok)  disuruh membaca teks secara utuh.
  5. Guru memberikan klarifikasi. (Asrori, 2009: 74-75 dengan berbagai modifikasi) Contoh diperagakan.

 

  1. D.    PEMBELAJARAN مهارة الكتابة
  2. 1.      Pengertian  الكتابة

Secara etimologi kata “الكتابة” merupakan bentuk indefinite dari فعل “كتب-يكتبكتابة,” yang arti awalnya adalah menggambungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain atau menjahit. (Abbâs: 1985, Jilid I: 4). Secara terminology ditemukan beberapa pengertian dari para pakar, diantarnya; Acep Hermawan (2011: 151) menyatakan, keterampilan adalah “Kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengunkapkan isi pikiran, mulai dari aspek yang sederhana seperti menulis kata – kata  sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang.” Oleh karena itu, menulis merupakan materi yang diungkapkan dalam bentuk tulisan dengan harap para siswa memiliki kemampuan membuat kalimat-kalimat bahasa Arab sekaligus memantapkan mereka dalam menguasai suatu tema mulai dari mengungkapkan pikiran yang sederhana sampai dengan hal yang kompleks seperti mengarang.

Oleh karena itu, الكتابة merupakan keterampilan berbahasa yang sedikit rumit dibanding dengan keterampilan-keterampilan bahasa yang lain, karenanya keterampilan ini harus diurutkan setelah periode pelajaran yang menekankan pada bunyi aspek menyimak dan bicara.

Yang menjadi masalah, الكتابة sering dipahami hanya sebatas mengkopi (نسخ) dan mengeja (tahajju’ah). Padahal الكتابة sebenarnya juga mencakup beragam proses kognitif untuk mengungkap apa yang diinginkan seseorang. Dengan demikian, keterampilan ini merupakan latihan mengatur ide-ide dan pengetahuan lalu menyampaikan dalam bentuk simbol-simbol huruf. Akan tetapi pelajaran الكتابة sebenarnya juga sangat tergantung pada bagaimana situasi dan kondisi belajar atau peserta didiknya.

Diantara para pemerhati bahasa banyak yang menafikan pentingnya fungsi tata bahasa dalam mempelajari bahasa asing bahkan diantara mereka juga mengatakan bahwa pelajaran tata bahasa bukanlah hal yang memiliki urgenitas tinggi dalam pembelajaran bahasa dan bahkan tidak dibutuhkan dalam pembelajaran berbicara. (Mahmud Kamil al-Nâqah, 1985: 163).

Menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Jika berbicara merupakan sarana untuk berkomunikasi aktif dengan orang lain sehingga ia dapat mengungkapkan perasaan dan pemikirannya dan membaca merupakan alat yang digunakan orang untuk mengetahui sesuatu yang terjadi pada masa-masa sebelumnya, maka menulis merupakan suatu aktifitas untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya dan spesialisasi keilmuannya kepada publik karena dari hasil tulisannya baik berupa buku maupun sekedar naskah opini dan makalah singkat, pembaca dapat mengetahui kualitas keilmuan yang ia miliki dari spesialisasi keilmuannya.

Ada empat hal pokok dalam pelaksanaan pembelajaran menulis:

  1. Menulis huruf Arab.
  2. Menulis kata-kata dengan huruf-huruf yang benar.
  3. Menyusun susunan kalimat berbahasa Arab yang dapat dipahami.

Menggunakan susunan kalimat dalam bahasa Arab tersebut dalam beberapaalinea sehingga mampu mengungkapkan inti pesan dari penulis.

  1. 2.      Tujuan Umum Pembelajaran الكتابة

Ja’far Al-Khalifah dan Fakhruddin Amin mendeskirpsikan tujuan pembelejaran الكتابة secara umum sebagai berikut:

  1. تدريب الطلاب على كتابة الكلمات بصورة صحيحة، فذلك يعطى التعبير الكتابي قيمة فى نظر القارئ، كما يعطي انتباعا عن الكاتب.
  2. تدريب الطالب على تنظيم الكتابة فى سطور  وجمل وفقرات.
  3. مساعدة الطالب على استخدام علامات الترقيم فى كتابته بصورة صحيحة. (Al-Khalîfah, 2003: 298)

وزاد منها عامر بالأهداف التالية:

  1. تمرس الحواس الإملائية على الإجادة والإتقان، وهذه الحواس هي: الأذن التى تسمع ما يملى، واليد التى تكتبه، والعين التى تلحظ أشكال الحروف وتميز بينها.
  2. 5.         توسيع خبرات الطلاب اللغوية، وإكسابهم مهارات جديدة باستعمال علامات الترقيم فى مواضعها.
  3. 6.        تمرين الطلاب على الكتابة فى سرعة ووضوح وإتقان. (‘Amir, 2000: 88-89)

Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa menulis merupakan aktifitas untuk mengungkapkan isi pikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, dari sederatan keterampilan berbahasa, keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan teratas dan membutuhkan penguasaan secara memadai terhadap keterampilan – keterampilan sebelumnya (istima’, muhadatsah dan qiraah).

Jika dipahami kutipan dan beberapa pendapat yang lain tentang tujuan umum pembelajaran menulis adalah sebagai berikut:

  1. Mampu menulis huruf hijaiyyah dan mengetahui hubungan harakat dengan bunyi.
  2. Dapat menulis kata-kata dalam bahasa Arab dengan menggunakan huruf-huruf yang terpisah dan bersambung serta mengetahui perbedaan huruf ketika di awal, di tengah dan di akhir kata.
  3. Memahami dengan baik dan benar teori penulisan bahasa Arab.
  4. Mengetahui bentuk-bentuk tulisan (nask, riq’ah, dsb).
  5. Mampu menulis dari kanan ke kiri.
  6. Mengetahui tanda baca dengan baik dan fungsinya.
  7. Mampu mengaktualisasikan fikirannya dalam bahasa tulisan dengan susunan kalimat yang baik.
  8. Mampu menulis sesuai dengan susunan tata bahasa Arab yang baik dan benar.
  9. Mampu mengggunakan susunan kalimat yang sesuai dengan alur fikirannya.
  10. Mampu mengungkapkan dengan cepat apa yang terlintas dalam benaknyadengan bahasa tulisan yang baik dan benar
  11. 3.      Deskiripsi Pembelajaran Materi الكتابة di Madrasah Aliyah

Kegiatan pembelajaran  Materi الكتابة di Madrasah Aliyah dilakukan dalam bentuk insya’ muwajjah, dimaksudkan untuk memantapkan penguasaan bentuk kata/struktur kalimat dan mufradat yang telah dipelajari dalam tarkib dan qiraah wahdah bersangkutan dan wahdah – wahdah sebelumnya. Untuk menghemat waktu, sebagian atau semua materi kitabah dapat dikerjakan oleh siswa sebagai PR. Sementera  mengoreksi pekerjaan siswa, dan mendiskusikan hasil koreksian secara perorangan maupun kelompok sangat besar manfaatnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. (D.Hidayat, 2010: ز).

  1. 4.      Beberapa Alternatif Strategi dan Metode Dalam Pembelajaran Materi الكتابة

Untuk memperoleh hasil yang efektif dari pelaksanaan pembelajaran الكتابة, maka perlu di ketahui bahwa aktivitas menulis yang dimaksud terbagi menjadi tiga hal, yaitu:

  1. a.      Dikte (Al-Imlâ’), meliputi:

Menurut Ma’rūf Mahmūd (1985: 157) imlak adalah menuliskan huruf – huruf sesuai posisinya dengan benar dalam kata – kata untuk menjaga terjadinya kesalahan makna.

  1. Imla’ Hijaiy.

Dalam pembelajaran ini, seorang siswa disuruh untuk menulis huruf-huruf hijaiyyah yang tersusun dalam suatu kosa kata yang terdapat pada buku pelajarannya atau tertulis di papan tulis, dan akan lebih baik jika ketika ditulis di papan tulis dengan menggunakan kapur tulis/pena warna warni agar lebih memudahkan siswa meniru tulisan tersebut. (Al-Dihan, tt: 8). Proses ini tentunya sudah tidak lagi dipakai di Madrasah Aliyah.

  1. Imla’ Manqūl atau disebut juga dengan Imla’ Mansūkh.

Untuk tahap awal, pembelajaran menulis yang diberikan kepada siswa adalah memberikan latihan meniru tulisan kalimat pendek yang ada di buku atau papan tulis. Contoh dipraktekkan. (Slide).

  1. Imla’ Manzūr

Dalam tahap ini, pelajaran menulis yang diberikan melalui tugas membaca beberapa alinea dalam teks kemudian diperintahkan kepada siswa untuk menulis ulang hasil bacaannya dan mengarahkan tata cara penulisannya yang baik tanpa melihat tulisan. Contoh dipraktekkan. (Slide).

  1. Imla’ Istimâ’i

Dalam tahap ini siswa diperdengarkan kata-kata/kalimat/teks yang dibacakan, lalu menulisnya. Imla’ ini tentu lebih sulit dibanding dengan imla’ manzūr, karena teks yang ditulis tidak pernah dilihat sebelumnya. Oleh karena itu, imla’ ini dapat diberikan setelah menguasi imla’ manzūr. Contoh dipraktekkan. (Slide)

  1. Imla’ Ikhtibâriy.

Dalam tahap ke empat ini, dibutuhkan kemampuan pendengaran yang optimal, kemampuan menghafal serta kemampuan menulis yang ia dengar dengan baik, karena dalam pembelajaran ini, seorang guru membacakan beberapa teks Arab kemudian disuruh tulis kepada siswa tanpa harus melihat teks yang ada. (Mahmud Kamil al-Naqah, 1985: 247).

  1. b.      Menulis indah (Al-Khat).
  2. c.       Mengarang (Al –Insyâ’).

Dalam aktivitas pembelajaran menulis, dapat dibagi menjadi tiga ketegori utama, yaitu menulis terkontrol atau terbimbing dan menulis bebas. Menulis terkontrol berada pada tahap pertama sedangkan menulis bebas pada tahap terakhir. (Aziz, 1996: 131).

  1. الإنشاء الموجة atau الإنشاء المقيد (Menulis Terkontrol). Yaitu membuat kalimat atau prograf sederhana dengan bimbingan tertentu berupa pengarahan. Dalam aktivitas menulis pada tahap ini, seorang siswa banyak membutuhkan kontrol dari seorang guru, sehingga dengan demikian peranan guru dalam tahap ini masih sangat dominan. Berikut ini beberapa aktivitas menulis terkontrol yang diberikan oleh guru:
    1. تبديل (Mengganti/merubah). Contoh dipraktekkan. (Slide).
    2. إملإ الفراغ (Mengisi bagian yang kosong). Contoh dipraktekkan. (Slide).
    3. Membuat kalimat lengkap tertentu berdasarkan perintah. Contoh dipraktekkan. (Slide).
    4. الإجابة عن الأسئلة (Menjawab pertanyaan) tentang bacaan; Contoh dipraktekkan. (Slide).
    5.  وصف الصور(Menggunakan gambar) untuk diceritakan; Contoh dipraktekkan. (Slide).
    6. الإنشاء الحر (Menulis Bebas). Aktivitas menulis bebas siswa merupakan aktivitas tahap terakhir yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengaktualisasikan hasil pola pikirannya dalam bentuk tulisan. (Azîz, 1996: 138).

Mengarang bebas adalah membuat kalimat atau pragraf tanpa pengarahan, contoh, kalimat yang tidak lengkap dan sebagainya.

  1. d.      Mengisi Pesan Gambar

Mengisi Pesan Gambar merupakan salah satu strategi dalam menciptakan pembelajaran aktif, khususnya dalam pembelajaran keterampilan menulis. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. 1.      Persiapan. Guru menyiapkan gambar cerita dan diperbanyak untuk sejumlah kelompok / regu.
  2. 2.      Prosedur:

-          Gambar yang sudah disiapkan dibagikan kepada setiap kelompok;

-          Setiap kelompok membuat cerita berdasarkan gambar yang ada;

-          Setiap kelompok membacakan cerita yang mereka tulis kepada kelompok lainnya.

-          Kelas mendiskusikan hasil kerja mereka

  1. 3.      Variasi: Cerita bergambar dapat dibuat sendiri oleh guru atau diambil dari buku-buku komik, majalah, koran atau internet. Dalam hal ini, pesan yang ditulis pada cerita bergambar itu di tutup (dihapus) kemudian di foto copy/ditampilkan. (Asrori, 2009: 74-75) Contoh diperagakan.
  2. e.       Menulis Kenangan:

Menulis Kenangan merupakan salah satu strategi dalam menciptakan pembelajaran aktif, khususnya dalam pembelajaran keterampilan menulis. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. 1.      Persiapan. Guru menyiapkan sejumlah topik yang dapat dijadikan bahan bagi siswa dalam menulis kenangannya.
  2. 2.      Prosedur:

-          Gambar meminta siswa menulis kenangan atau kesan tertentu tentang suatu hal;

-          Tekankan pada siswa bahwa yang dipentingkan adalah gagasan yang dikemukakan, sedangkan kesalahan bahasa tidak begitu dipermasalahkan;

-          Setelah waktu yang disediakan habis, siswa menyerahkan kesan yang telah ditulis kepada guru;

-          Guru mengambil secara acak salah satu lembar kenangan lalu meminta seorang siswa untuk membacakannya;

-          Guru memberi komentar umum terhadap karya siswa tersebut dan memilih salah satunya untuk bahan pada minggu berikutnya. (Ur & Wright sebagaimana dikutip oleh Asrori, 2009: 90).

  1. 3.      Variasi: Cerita bergambar dapat dibuat sendiri oleh guru atau diambil dari buku-buku komik, majalah, koran atau internet. Dalam hal ini, pesan yang ditulis pada cerita bergambar itu di tutup (dihapus) kemudian di foto copy/ditampilkan. (Asrori, 2009: 74-75) Contoh diperagakan.
  2. f.       Menulis Pengalaman Mengerikan:

Menulis pengalaman mengerikan merupakan salah satu strategi dalam menciptakan pembelajaran aktif, khususnya dalam pembelajaran keterampilan menulis. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. 1.      Persiapan.

-          Guru menyiapkan suatu permulaan cerita horror yang menarik yang harus dikembangkan oleh siswa;

-          Siswa menyiapkan selembar kertas dan pena.

  1. 2.      Prosedur:

-          Jelaskan bahwa tugas guru adalah mengembangkan atau melanjutkan cerita mengerikan yang didiktekan guru;

-          Diktekan permulaan cerita yang telah dipersipkan kepada siswa yang duduk paling belakang;

-          Berikan waktu 2-5 menit kepada siswa – siswa tersebut untuk mengembangkan cerita yang telah didiktekan kepadanya;

-          Setelah 2-5 habis, setiap siswa yang duduk dibelakang diminta menggulung atau melipat kertasnya dari atas, sehingga menutup semua teks kecuali baris terakhir, dengan syarat bisa dipahami;

-          Kertas cerita diserahkan kepada siswa yang ada di depannya;

-          Setiap siswa yang menerima kertas cerita, segera menulis lanjutan cerita selama 1-2 menit berdasarkan baris terakhir yang terlihat;

-          Begitu seteruskan, setiap 1-2 menit, kertas cerita dilipat dan diserahkan kepada siswa di depannya untuk dilanjutkan;

-          Setelah cerita dikembangkan oleh siswa yang ada di baris terdepan, masing-masing siswa (baris terderpan) diminta membaca dengan keras cerita yang ada ditangannya. (Asrori, 2009: 93).

  1. E.     PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS BERBASIS INTERNET.
    1. 1.      Pembelajaran Keterampilan Membaca Berbasis Internet

Situs-situs yang dapat dijadikan sumber pembelajaran dalam kemahiran membaca adalah: http://www.madinaharabic.com, (membaca dengan contoh suara langsung), http://kotob.hypermart.net; dalam situs ini disajikan berbagai macam buku-buku arab di berbagai bidang.http://www.samd.8m.com/news.htm; melalui situs ini, pengguna internet dapat membaca berita dari berbagai negara seperti Libanon,  Palestina, Mesir, Bahrain, Yaman, Persatuan Emirat Arab, Saudi Arabia, Kuwait, Qatar dan lain sebagainya.

Melalui situs http://eyoon.fares.net/425/, pengguna dapat membaca majalah mingguan atau bulanan yang berbahas Arab atau bahasa Inggris dan Perancis. Untuk mengetahui puisi-puisi Arab seorang pengguna internet bisa membuka situs http://www26.brinkster.com/skbrh yang mana pengguna dapat melihat puisi-puisi Arab yang menggunakan bahasa Arab Fusha (resmi) ataupun bahasa ‘amiyah (dialek).

Pada situs http://www.al-mostafa.com/disp.php?page=kids, pengunjung bisa mengunduh bahan bacaan elektronik berbentuk djvu. Untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca dan memahami, internet menyediakan bahan-bahan bacaan yang dapat diunduh gratis selain juga yang ditampilkan secara online dengan mengunjungi media massa Arab online seperti: http://www.alittihad.co.ae/,http://www.elakhbar.org/,  http://www.ahram.org.eg/, http://www.alayam.com/ http://www.arabic-games-iium.net/.

Sedangkan untuk menambah wawasan kosakata istilah ilmiah Anda juga bisa mengunjungi lembaga-lembaga ilmiah pada http://www.assr.org/. Dengan mengunjungi situs ini, Anda akan terhubungkan link ke beberapa lembaga yang ada di Arab, terutama lembaga-lembaga penelitian sosial sains.

Untuk mempermudah pencairan alamat-alamat situs pembelajaran bahasa Arab maupun berbagai bidang lainnya dengan bahasa Arab, dapat juga menggunakan program Dalil al-Internet yang dibuat oleh shamel.net yang dapat diunduh secara gratis pada alamat www.shamel.net atau bisa juga membuka situs www.uni. edu/becker/arabic.html untuk mencari link bermacam pembelajaran bahasa Arab.

  1. 2.      Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Internet

Situs-situs yang menyajikan kemahiran menulis dapat dilihat pada situs antara lain:

-          http://wikitravel.org/en/Arabic_phrasebook,

-          http://www.al-bab.com/arab/visual/calligraphy.htm, http://www.sudairy.com/arabic/phrases.html,

-          http://www.abjad.com/pyramid.htm,

-          http://www.myarabicwebsite.com/, dan

-          http://www.al3arabiya.info .

  1. F.     PENUTUP

Membaca dan menulis merupakan dua keterampilan berbahasa yang membutuhkan penguasaan yang baik terhadap dua keterampilan sebelumnya, yaitu mendengar dan berbicara. Pembelajarannya juga membutuhkan model, pendekatan, strategi dan metode pembelajaran aktif. Karena pada prinsipnya setiap keterampilan membutuhkan pembiasaan, sementara pembiasaan membutuhkan keaktifan. Oleh karena itu, agar siswa menguasai kedua keterampilan ini dengan baik, guru harus mengajarkannya dengan memakai strategi dan metode yang membuat siswa aktif dan partisipatif.

Disisi lain, pemilihan strategi dan metode pembelajaran sangat tergantung kepada kesesuaiannya dengan SK, KD, Materi pembelajaran. Oleh karena itu, pilihlah strategi dan metode yang pas dengan SK, KD, dan Materi Ajar, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.

Daftar Bacaan

‘Amir, Fakhruddin, (2000), Thuruq Al-Tadrîs al-Khâssah Bi Al-Lughah al-‘Arabiyah wa Al-Tarbiyah al-Islâmiyah, Kairo: Alam al-Kutub.

Abbâs, Fadhl Hasan, (1985), Al-Balâgah Funûnuhâ Wa Afnânuhâ, Ammân: Dâr al-Furqân, Jilid I.

Al-Dihân, Abd Al-Rahmân ‘Abd Latif dan Mamduh Nur al-Din ‘Abd Rabb al-Nabiy, Muzdakkirah fi Tadris al-Kitâbah, Jakarta: Ma’had al-Ulum al-Islamiyah wa al-Arabiyah bi Indunisiyah, tt.

Al-Ghalayaini, Musthafâ, (1973), Jami’ al-Durūs al-’Arabiyah (Beirut: Sida).

Al-Khalîfah, Hasan Ja’fah, (2003), Fushūl Fi Tadrîsi Al-Lughah al-Arabiyah, (Ibtidaiy – Mutawassth – Tsanawiy), Riyadh: Maktabah al-Rusyd.

Al-Nâqah, Mahmūd Kâmil, (1985), Ta’lîm al-Lughah al-Arabiyah li al-Nâtiqîna bi Lughât Ukhrâ, Makkah al-Mukarramah, Jâmi’ah Umm al-Quro.

Asrori, Imam, (2009), Aneka Permainan: Penyegar Pembelajaran Bahasa Arab, Surabaya: Hilal Pustaka.

Aziz, Furqanul, et.all, Pengajaran Bahasa Komunikatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1996.

Efendi, AF, (2001), Peta Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, Bahasa dan Seni, (No. 29 Edisi Khusus).

Fiddaroini, Saidun, (1998) Bahasa dan Sastra dalam Penelitian, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.

Hermawan, Acep, (2011), Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Jakarta, Remaja Rosda Karya.

Hidayat, D., (2010), Pelajaran Bahasa Arab Untuk Madrasah Aliyah Kelas X,XI,XII, Semarang: PT. Toha Putra, Jilid I.

Hijâzi, Mahmūd, (1968), Al-Lughah al-’Arabiyah ‘Abra al-Qurūn, (t.k.: Saqafat).

Ibrâhim, Abd al-‘Alim, (1978), Al-Muwajjih al-Fanniy li Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyah Kairo: Dar al-Ma’arif.

Jinîy, Ibn, (1952), Al-Khashâish, Beirût: Dâr al-Kitâb al-‘Arabiyah, Jilid I.

Nababan, Sri Utari Subyakto, (1993), Metode Pengajaran Bahasa, Jakarta: Gramedia.

Nasution, Sahkholid (2010), Pengantar Linguistik: Analisis Teori-teori Linguistik Umum Dalam Bahasa Arab, Medan: IAIN Press.

Nurhadi,dkk.(2004),Pembelajaran Kontekstual dan Peranannya Dalam KBK,Malang:UM Press.

Suyitno, (1986), Teknik Pengajaran Apresiasi Sastra dan Kemampuan Bahasa, Yogyakarta: Hanindita.

Tim Penyusun (2012), Modul Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru, Medan: Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara.

SOAL DAN KUNCI JAWABAN

  1. I.       SOAL-SOAL
  2. A.    Pilihan Ganda:

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang menurut anda benar dari soal-soal berikut !:

  1. Pembelajaran Bahasa Arab berbasis structural berarti pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek:
    1. Komunikasi
    2. b.      Qawâ’id
    3. c.       Balâghah
    4. d.      Istimâ’
    5. Implikasi dari pembelajaran Bahasa Arab berbasis structural, pembelajaran mejadi:
      1. Interaktif
      2. Komunikatif
      3. Kontekstual
      4. Abstrak
      5. Keterampilan berbahasa dapat ditumbuhkan dengan:
        1. Pembiasaan
        2. Penguatan
        3. Penyesuain
        4. Penekanan
        5. Keterampilan membaca dan menulis adalah pernyataan tentang gambaran bila bahasa dilambangkan dengan;
          1. Pendengaran
          2. Ujaran
          3. Tulisan
          4. Pernyataan
          5. Memahami bacaan, dalam bahasa arab disebut juga:
            1. Fahm al-Mas’mū
            2. Fahm al-Maktūb
            3. Fahm al-Maqrū’
            4. Fahm al-Mansūkh.
            5. Metode Qawaid dan Terjemah adalah salah satu metode yang lebih tepat dipakai untuk keterampilan:
              1. Mendengar
              2. Berbicara
              3. Membaca
              4. Menulis
              5. Salah satu langkah-langkah Strategi mencari pasangan adalah :
                1. Siswa bergabung dengan siswa lain yang memegang kartu yang cocok.
                2. Siswa bergabung dengan siswa lain yang memegang kata yang cocok.
                3. Siswa dibagi dalam kelompok berempat atau sesuai kebutuhan
                4. Mendiskusikan isi bacaan
                5. Yang bukan jenis – jenis Imla’ adalah:
                  1. a.      Hijâiy
                  2. b.      Hijâziy
                  3. c.       Manqūl
                  4. d.      Manzūr
                  5. Salah satu langkah-langkah penggunan strategi mengisi pesan gambar dalam pembelajaran materi qirâ’ah adalah:
                    1. Gambar yang sudah disiapkan diberikan kepada setiap siswa
                    2. Gambar yang sudah disiapkan diminta kepada setiap siswa
                    3. Gambar yang sudah disiapkan diterangkan kepada setiap siswa
                    4. Gambar yang sudah disiapkan dibacakan kepada setiap siswa
                    5. Yang bukan aktifitas menulis terkontrol adalah:
                      1. Mengganti/Merubah
                      2. Mengisi yang kosong
                      3. Menggunakan gambar
                      4. Menulis hayalan
  1. B.     Benar Salah (B – S)

Petunjuk: Pilihlah B jika pernyataan benar dan S jika pernyataan salah!

  1. Membaca bukanlah sekedar proses kerja dari indra mata dan alat ujar saja, tetapi ia juga merupakan aktivitas Aqliyah, yang meliputi: pola berpikir, menganalisis, menilai, problem-solving, dsb. (B – S).
  2. الإنشاء الموجة disebut juga dengan الإنشاء المقيد (B – S).
  3. Seorang guru yang membacakan beberapa teks Arab kemudian disuruh tulis kepada siswa tanpa harus melihat teks yang ada disebut dengan إنشاء الحر (B – S).
  4. Strategi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide – ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat serta dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat bekerja sama adalah hakikat dari strategi pembelajaran Jigsaw (B – S).
  5. Siswa mencari pasangan sambil belajar mengesai suatu konsep, topik atau bacaan dalam suasana yang menyenangkan merupakan hakikat dari strategi pembelajaran Kepala bernomor (B – S).

II. KUCI JAWABAN:

  1. A.    Pilihan Ganda:

1. b                                    2. d                              3. a                              4. c

5. c                                                6. c                              7. a                              8. b

9. a                                    10. d

  1. B.     Benar Salah:

1. B                                   2. B                             3. S                              4. S

5. S


[1] Makalah disampaikan pada Diklat Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Tingkat Madrasah Aliyah (MA) Berjenjang Tingkat Dasar, di Balai Diklat Keagamaan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Medan, Selasa, 29 Mei 2012.

[2] Penulis adalah Dosen Ilmu Al-Lugah dan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fak. Tarbiyah IAIN-SU. Alumni S.1 Pendidikan Bahasa Arab STAIN Batusangkar-Padang, 1999; S.2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah – Jakarta, 2003.

Komentar (2)

  1. mafroeha lael says:

    postingannya sangat bermanfa’at
    syukron katsir…… ^_^

  2. aby hilyan says:

    karya yang bagusmdh2an bermanfaat bagi sesama. izin share

Tinggalkan komentar

الصور

  

......معلومات

أولا: الموافقة المسبقة عن علم على جميع الطلاب لتكون قادرة على تحميل بطاقات دراسة شكل وبطاقات الدراسة على شبكة الإنترنت.


ثانيا: الرجاء متابعتنا على أكوند مسؤول قسم اللغة العربية في @KajurPBA ستكون المعلومات - المعلومات على أساس يومي