MAKNA – MAKNA HARFU JARR DAN TERJEMAHANNYA ‎ DALAM BAHASA INDONESIA

MAKNA – MAKNA HARFU JARR DAN TERJEMAHANNYA

DALAM BAHASA INDONESIA

 

Sahkholid Nasution

 

Abstrak: Huruf Jar adalah salah satu jenis-jenis huruf dalam bahasa Arab. Setiap huruf (kata) memiliki artinya sendiri. Tetapi ketika kata itu masuk dalam struktur kalimat, maka muncul makna – makna baru dan beragam. Hal ini menjadi problema bagi pelajar bahasa asing, terutama pelajar bahasa Arab. Pemakaian dan penempatan huruf jar dalam kalimat bahasa Arab harus tepat sesuai dengan makna yang diinginkan. Karena itu, makna – makna yang muncul dalam huruf – huruf Jar tersebut harus dicari padanannya dalam bahasa Indonesia, agar problema ini dapat diatasi dengan baik.

Abstract:  Huruf Jar is one of the types of letters in Arabic. Each letter (word) has its own meaning. But when the word was included in the sentence structure, then it appears the meaning’s of new and diverse. This becomes a problem for learners of foreign languages​​, especially Arabic language students. The use and placement of huruf jar in the Arabic language should be appropriate sentence in accordance with the desired meaning. Therefore, the meaning’s that appears in the letter’s Jar should be sought counterpart in the Indonesian language, so that these problems can be overcome by good.

Kata Kunci:  Maka, Arti, Huruf Jar, harf al-Ma’âny, Harf al-Mabâni.

  1. A.    Pendahuluan
A

l-Jâhiz pernah menggubah sebuah sya’ir tentang keistimewaan bahasa Arab yang dalam Bahasa Indonesianya diterjemahkan sebagai berikut: “Di muka bumi ini, tidak ada ungkapan yang lebih indah diucapkan, lebih sederhana, banyak mengandung arti, lebih nikmat di dengar, dan lebih komunikatif dengan akal fikiran yang sehat, selain daripada mendengar ucapan orang – orang Arab pedalaman yang fasih.” (Abu Usman ‘Amru Ibn Bahr al-Jahiz, tt: 10). Syair ini mengilustrasikan betapa bahasa Arab memiliki keistimewaan yang luar biasa, termasuk di antaranya dari aspek semantik atau makna kata yang mendalam.

Kata, dalam bahasa Arab dibagi kepada tiga jenis; isim, fi’il dan harf. Ketiga jenis kata tersebut, memiliki padanan atau persamaan di dalam bahasa Indonesia; kata isim padanannya adalah kata benda, nama orang dan kata sifat. Kata fi’il padanannya adalah kata kerja, dan kata harf  padanannya adalah kata sambung atau proposition.

Diantara jenis – jenis huruf dalam bahasa Arab adalah harfu jar.. Menurut Ni’mah (tt: 148) Harfu jar terdiri dari: من, إلى, عن, على, فى, رب, بــ, ك, لـ, واو القسم, تاء القسم, حتى. Masing – masing huruf tersebut memiliki makna tersediri. Seperti huruf من diterjemahkan dengan “dari”, demikian juga denganإلى  diterjemahkan dengan “ke / kepada”, dst.

Tetapi ternyata masing – masing huruf dimaksud tidak saja memiliki satu makna –seperti disebutkan di atas, justru mengandung makna – makna lain ketika huruf itu telah masuk dalam struktur kalimat bahasa Arab. Seperti huruf من, tidak saja diterjemahkan dengan “dari” tetapi juga dalam konteks yang berbeda bisa diterjemahkan dengan “yaitu” seperti dalam potongan ayat: اجتنبوا الرجس من الأوثان “Jauhilah yang najis itu, yaitu berhala-berhala” (QS. Al-Hajj: 30). Bisa juga diterjemahkan dengan “sebagian/diantara” seperti dalam ayat: “ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخروماهم بمؤمنين” “Sebagian/ diantara manusia ada yang berkata kami beriman kepada Allah dan hari akhirat pada hal sesungguhnya mereka tidak beriman” (QS. Al-Baqarah: 8).

Beragamnya makna huruf – huruf jar dimaksud menjadi problema tersendiri bagi pelajar bahasa Arab, khususnya penerjemah bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Peserta didik harus lebih berhati – hati dalam menggunakan huruf – huruf tersebut sehingga dinilai tepat dalam pemakaian dan penerjemahannya. Hal inilah yang Penulis ketengahkan dalam tulisan ini.

  1. B.    Pembahasan
    1. 1.      Makna dan Perbedaannya dengan Arti

Dalam banyak hal kita tidak membedakan pemakaian antara makna dan arti. Keduanya seolah-seolah bersinonim. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa makna adalah (1) arti; ia memperhatikan makna yang terdapat dalam tulisan kuno itu. (2) maksud pembicara atau penulis; (3) pengertian yang diberikan kapada suatu bentuk kebahasaan. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995: 619) Dari penjelasan di atas, jelas bahwa makna bersinonim dengan arti.

Dalam kajian linguistik, ternyata kedua istilah ini berbeda. Dalam bahasa Inggris, makna disebut dengan sense, sementara arti disebut dengan meaning. Dalam bahasa Arab, arti disebut dengan المعنى, sementara makna tepatnya diterjemahankan dengan الدلالة.

Menurut Lyons, dalam Djadjasudarma, menyebutkan bahwa: “Mengkaji atau memberikan makna suatu kata ialah memahami kajian kata tersebut yang berkenaan dengan hubungan-hubungan makna yang membuat kata tersebut berbeda dari kata-kata lain. Arti dalam hal ini menyangkut makna leksikal dari kata-kata itu sendiri.” (T. Fatimah Djajasudarma, 1993: 5). Dengan kata lain, disebut makna jika arti sebuah kata telah berubah dari arti dasarnya. Sementara arti dasar itulah yang disebut dengan arti. Contoh morfem /mata/ arti dasarnya adalah ‘salah satu anggota tubuh yang berfungsi untuk melihat.’ Selanjutnya ungkatapan “mata keranjang” menunjukkan perubahan arti kata dasar mata pada ungkapan itu kepada makna ‘play boy’. Arti baru inilah yang disebut dengan makna.

  1. 2.      Huruf; Pengertian dan Jenis – jenisnya

Menurut Dahdah (1981: 21), harf adalah:

هي كلمات لا يتم مدلولها إلا بإضافتها إلى الاسم أو الفعل

Artinya: “Yaitu beberapa kata yang tidak sempurna maknanya kecuali bersama dengan kata isim atau fi’il.”

Senada dengan itu Ni’mah (tt: 147) medefinisikan hurf dengan:

كل كلمة ليس لها معنى إلا مع غيرها

Artinya: “Setiap kata yang tidak memiliki makna (yang bisa dipahami secara sempurna – penulis) kecuali bersama dengan kata lain.”

Secara garis besar, harf dalam bahasa Arab terbagi kepada dua jenis; harf al-mabâni (حروف المبانى) dan harf al-ma’any (حروف المعانى). (Dahdah, 1992: 7). Yang dimaksud dengan harf al-mabâni adalah huruf – huruf yang dirangkai sehingga menjadi sebuah kata. Harf al-Mabâni disebut juga dengan huruf – huruf Hijaiyah yang terdiri dari 28 atau 29 huruf. Huruf – huruf tersebutlah yang membentuk kata sehingga memiliki makna, seperti huruf-huruf: “ب”,“ ت”,“ ك”, jika digabung akan menjadi “كتب” artinya “menulis.”

Sementara harf al-Ma’âny (حروف المعانى) terbagi kepada dua: Ma’âny al harf (معانى الحروف) dan ‘Amal al-harf (عمل الحروف). Yang dimaksud dengan Ma’âny al harf (معانى الحروف) yaitu beberapa kata yang memiliki makna tertentu sesuai dengan posisinya dalam kalimat. Seperti huruf dengan makna istifhâm (kata tanya), huruf dengan makna istisnâ (nagasi), dll. Sementara ‘Amal al-harf (عمل الحروف) yaitu beberapa huruf yang mempengaruhi (baris/i’rab) kata berikutnya dalam kalimat. Menurut Dahdah (1992:7) ‘Amal al-harf dimaksud adalah:

  1. Harf-harf jârr, yang membuat baris akhir kata berikutnya (isim) menjadi majrūr (mayoritasnya baris bawah). Seperti huruf “ba” (ب) pada kalimat “(ذهبت بالسيارةِ). Baris akhir kata “السيارةِ” diberi harkat kasrah (bawah) karena didahului oleh huruf ba (ب) sebagai salah satu huruf jarr.
  2. Harf-harf nawâshib, yang membuat baris akhir kata berikutnya (fi’il) menjadi mansūb (mayoritasnya baris fathah). Seperti huruf “an” (أنْ) pada kalimat “(لابد أن تذهبَ). Baris akhir kata “تذهبَ” diberi harkat fathah (atas) karena didahului oleh huruf “an” (أنْ) sebagai salah satu huruf nawâshib.
  3. Harf-harf jawâzim, yang membuat baris akhir kata berikutnya (fi’il) menjadi majzūm (mayoritasnya baris sukun/mati). Seperti huruf “lam” (لم) pada kalimat “(لم يلدْ). Baris akhir kata “يلدْ” diberi harkat sukun (mati) karena didahului oleh huruf “lam” (لم) sebagai salah satu huruf jawâzim.
  4. Harf-harf ‘athaf, yang membuat baris akhir kata berikutnya (baik isim maupun fi’il) sama dengan baris akhir kata (i’rab) sebelumnya (baik marfu’, nashab, jarr maupun jazm). Seperti huruf “waw” (و) pada kalimat “(اشتريت القلمَ والكتابَ). Baris akhir kata “الكتابَ” diberi harkat fathah (atas) karena kata itu mengikuti baris akhir kata “القلمَ” yang sebelumnya juga baris fathah (atas) yang dihubungkan oleh huruf “waw” (و) sebagai salah satu huruf ‘athaf.

Untuk melihat gambaran jenis – jenis huruf dalam bahasa Arab, dapat dilihat dalam lampiran tulisan ini.

  1. 2.      Makna Huruf – huruf Jar dan Cara Menerjemahkannya ke Dalam Bahasa Indonesia

Dalam tulisan ini huruf – huruf jar yang ingin diungkapkan adalah sebagai berikut:

  1. Huruf “مِن” arti dasarnya adalah “الإبتداء” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “dari”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: التبعيض, البيان, التعليل, (Moh. Mansyur dan Kustiawan: 2002: 101).

1).    “التبعيض”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “di antaranya”, seperti dalam kalimat: “إن الناس على ضروب، منهم أذكياء ومنها أغنياء” artinya “Sesungguhnya manusia itu bermacam-macam, diantaranya ada yang pintah dan ada yang kaya”

2).    “البيان”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “yaitu”, seperti dalam potongan ayat: “اجتنبوا الرجس من الأوثان” artinya: “Jauhilah yang najis itu, yaitu berhala-berhala” (QS. Al-Hajj: 30).

3).    “التعليل”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “karena”, seperti dalam potongan ayat: “مما خطيئاتهم أغرقوا“ artinya: “mereka di tenggelamkan karena kesalahan-kesalahannya” (QS. Nuh: 25).

  1. Huruf “إلى” arti dasarnya adalah “الإنتهاء” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “sampai [ke]”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: بمعنى مع, التبيين لفاعلية مجرورها, بمعنى اللام, (Moh. Mansyur dan Kustiawan: 2002: 99)

1).    “بمعنى مع”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “beserta”, seperti dalam potongan ayat: “من أنصاري إلى الله” artinya “Siapa yang akan menolongku beserta (untuk menegakkan agama) Allah” (QS. Ali Imran: 52 dan As-Saff: 14).

2).    “التبيين لفاعلية مجرورها”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “lebih ….”, seperti dalam potongan ayat: “رب السجن أحب إليّ مما يدعونى…” artinya: “Ya Tuhanku penjara itu lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka” (QS. Yusuf: 33).

3).    “بمعنى اللام”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “terserah”, seperti dalam kalimat: “والأمر إليك“ artinya: “Urusan itu terserah padamu”.

  1. Huruf “عَن” arti dasarnya adalah “tentang”. Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: المجاوزة, البدل, الاستعلاء, التعليل, مرادف “من, (Moh. Mansyur dan Kustiawan: 2002: 99-100)

1).    “المجاوزة”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “meninggalkan”, seperti dalam potongan ayat: “سافرت عن البلد” artinya “Saya pergi meninggalkan negeri itu.”

2).    “البدل”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “mengganti”, seperti dalam potongan hadis: “صومي غن أمك” artinya: “Puasalah sebagai pengganti (puasa) ibumu”.

3).    “الاستعلاء”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “atas”, seperti dalam potongan ayat: “فإنما يبخل عن نفسه“ artinya: “maka sesungguhnya ia berbuat kikir atas dirinya sendiri.” (QS. Muhammad: 38).

4).    “التعليل”, diterjemahankan dengan “sebab/karena”, seperti dalam potongan ayat: “وما نحن بتاركى آلهتنا عن قولك“ artinya: “dan kami tidak akan meninggalkan semabahan-semabahan kami karena perkataanmu.” (QS. Hud: 53).

5).    “مرادف “من”, sinonim huruf “min” dengan makna “dari,” seperti dalam potongan ayat: “هو الذى يقبل التوبة عن عباده“ artinya: “Dia yang akan menerima taubat dari hamba-hamba-Nya.” (QS. Taubat: 104).

  1. Huruf “علَى” arti dasarnya adalah “الاستعلاء” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “atas”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: التعليل, ظرفية, الاستدراك, (Dahdah: 1981: 31)

1).    “التعليل”, yang berarti “karena”, seperti dalam potongan ayat Al-Qur’an: “… ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون” artinya “… dan hendaklah kamu bersyukur kepada Allah karena Dia telah menunjuki kamu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

2).    “ظرفية”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “di/pada”, seperti dalam potongan ayat: “ودخل المدينة على حين غفلة من أهلها” artinya: “dan Musa masuk ke kota (Memphis) pada ketika penduduknya sedang lengah”. (QS. Al-Qasash: 15).

3).    “الاستدراك”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “walaupun”, seperti dalam potongan kalimat: “على أنها صعب“ artinya: “walaupun hal itu susah.”

  1. Huruf “فِى” arti dasarnya adalah “الظرفية” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “di / dalam”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: “التعليل”, (Dahdah: 1981: 31), yang berarti “sebab/karena”, seperti dalam potongan ayat Al-Qur’an: “لمسكم فى ما أفضتم فيه عذاب عظيم” artinya “niscaya kamu akan ditimpa azab yang sangat besar karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.” (QS. An-Nur: 14).
  2. Huruf “الباء” arti dasarnya adalah “الاستعانة”, yang bermakna “dengan”. Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: السببية, الظرفية, القسم, التعدية, (Moh. Mansyur dan Kustiawan: 2002: 99 dan (Dahdah: 1981: 30).

1).    “السببية”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “sebab/karena”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “…ياقوم إنكم ظلمتم أنفسكم باتخاذكم العجل فتوبوا إلى بارئكم” artinya “…Hai kaumku sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu) maka bertobatlah kepada Tuhanmu….” (QS. Al-Baqarah: 54).

2).    “الظرفية”, terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “pada/di”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “لقد نصركم الله ببدر وأنتم أذلة فاتقوا الله لعلكم تشكرون” artinya “Sungguh Allah telah menolong kamu pada peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 54).

3).    “القسم”, (sumpah) terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah “demi”, seperti ditemukan dalam kalimat sumpah: “والله وبالله وتالله” artinya “Demi Allah.”

4).    “التعدية”, (membuat kata kerja sebelumnya dari intranstif menjadi transitif). Huruf ini tidak diterjemahkan apa-apa, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “…ذهب الله بنورهم…” artinya “…Allah menghilangkan cahaya mereka…” (QS. Al-Baqarah: 17).

  1. Huruf “كَ” makna dasarnya adalah “التشبيه” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “seperti”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: (Dahdah: 1981: 31)  “توكيد”, yang bermakna “penegas”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “ليس كمثله شيء وهو السميع البصير” artinya “Tidak ada sesuautupun yang serupa dengan Dia Yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. As-Syura: 11). Kata “مثل” sebenarnya sudah bermakna “seperti/semisal,” tetapi masih ditambah huruf “ك” dengan makna yang sama. Penggandengan dua kata yang bermakna sama mengandung tujuan sebagai penegasan/penguataan. Dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa benar – benar tidak ada yang serupa dengan Dia (Allah).
  2. Huruf “ل” makna dasarnya adalah “الملك” (dalam bahasa Indoesia diterjemahkan dengan “milik/bagi”). Tetapi dalam konsteks kalimat yang berbeda huruf ini bisa bermakna: التعليل, الزائدة, مرادف إلى, (Dahdah: 1981: 31 dan Moh. Mansyur dan Kustiawan: 2002: 100)

1).    “التعليل”, yang bermakna “karena”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “وإنه لحب الخير لشديد” artinya “Sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintahnya kepada hartanya.” (QS. Al-‘Adiyat: 8).

2).    “الزائدة”, yang tidak bermakna apa-apa, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “إلا إنهم ليأكلون الطعام” artinya “Melainkan mereka sesungguhnya memakan manakan.” (QS. Al-Furqân: 20). Huruf “ل” pada kata “يأكلون” tidak diterjemahkan apa-apa.

3).    “مرادف إلى”, (sinonim dari kata “إلى” dengan bermakna “kepada”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “بأن ربك أوحى لها” artinya “Sesungguhnya Tuhanmu menganugerahkan kepada-nya.” (QS. Al-‘Adiyat: 8).

4).    “ظرفية”, yang bermakna “pada”, seperti ditemukan dalam potongan ayat Al-Qur’an: “ونضع الموازين القسط ليوم القيامة” artinya “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat.” (QS. Al-Ambiya: 7).

  1. C.    Penutup

Dari pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa huruf – huruf jar tidak hanya memiliki satu makna, tetapi banyak dan beragam. Makna – makna itu muncul ketika huruf – huruf tersebut dipakai dalam struktur kalimat bahasa Arab. Ketika huruf – huruf jar belum dipakai dalam struktur kalimat, makna huruf – huruf jar tersebut tetap pada arti aslinya.

Arti dasar huruf – huruf jar dimaksud disebut dengan makna leksikalnya, dan ketika huruf – huruf jar dimaksud telah masuk dalam struktur kalimat bahasa Arab, maka muncullah makna – makna gramatikalnya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Dahdâh, Antone, 1981, Mu’jam al-Lugah al-‘Arabiyah fi Jadwâl wa Lauhât, Bairût: Maktabah Libnân, cet. I.    

_______, 1991, A Dictionary of Universal Arabic Grammar Arabic-English, Bairût: Maktabat Libnân.

Daidâwî, Muhammad, 1992, ‘Ilmu Al-Tarjamah Bain Al-Nazhriyah wa Al-Tathbîq, Tûnis: Dâr Al-Ma’ârif.

Departmen Agama RI., 1989, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang : Toha Putra.

Djadjasudarma, T. Fatimah, Semantik I Pengantar ke Arah Ilmu Makna, Bandung: PT. Eresco, 1993 M.

Kridalaksana, Harimurti, 2001, Kamus Linguistik, Jakarta: Gramedia, Edisi ke-3, cet. ke-5.

Mansyur, Moh., 2002, Panduan Terjemahan: Pedoman Bagi Penerjemah Arab – Indonesia – Arab, Jakarta: PT. Moyo Segoro Agung.

Ni’mah, Fuâd, tt., Mulakhkhash Qawaid al-Lughah al-Arabiyah, Beirut: Dar al-Tsaqafah al-Islamiyah.

______________, 2011, Kaedah Bahasa Arab Praktis, Penerjemah Sahkholid Nasution,  Medan: Darussalam Publisher.

al-Thanthâwi, Muhammad, t.th., Nasy’at al-Nahwi wa Târîkhu Asyhur al-Nuhât, t.p.: al-Sayid Muhammad bin al-Sanusi al-Islâmî,

Lampiran I :

Komentar (1)

  1. listi yeni says:

    sukron….atas ilmunya

Tinggalkan komentar

الصور

  

......معلومات

أولا: الموافقة المسبقة عن علم على جميع الطلاب لتكون قادرة على تحميل بطاقات دراسة شكل وبطاقات الدراسة على شبكة الإنترنت.


ثانيا: الرجاء متابعتنا على أكوند مسؤول قسم اللغة العربية في @KajurPBA ستكون المعلومات - المعلومات على أساس يومي